
Mengulas sejarah Perpustakaan Nalanda, pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan terbesar di dunia kuno yang menjadi simbol kejayaan intelektual Asia selama berabad-abad.
Perpustakaan Nalanda: Universitas Kuno India yang Menyimpan Ratusan Ribu Naskah Sebelum Musnah Terbakar
Ketika berbicara mengenai universitas tertua di dunia, banyak orang langsung menyebut lembaga pendidikan di Eropa seperti Bologna atau Oxford. Padahal, berabad-abad sebelum universitas-universitas tersebut berdiri, Asia telah memiliki pusat pendidikan yang menjadi tujuan para pelajar dari berbagai penjuru dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah Nalanda, sebuah kompleks pendidikan kuno di wilayah Bihar, India, yang selama ratusan tahun menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, filsafat, agama, dan kebudayaan.
Di jantung kompleks tersebut berdiri sebuah perpustakaan luar biasa yang dikenal sebagai salah satu koleksi naskah terbesar pada zamannya. Perpustakaan Nalanda menyimpan ratusan ribu manuskrip yang membahas berbagai disiplin ilmu, mulai dari filsafat, logika, kedokteran, matematika, astronomi, tata bahasa, hingga sastra.
Selama berabad-abad, para biksu, ilmuwan, dan pelajar dari India, Tiongkok, Tibet, Korea, Asia Tengah, hingga Asia Tenggara datang ke Nalanda untuk belajar dan menyalin ilmu pengetahuan. Keberadaannya menjadikan Nalanda sebagai salah satu simbol kejayaan intelektual dunia kuno.
Namun, perjalanan panjang lembaga pendidikan ini berakhir secara tragis ketika perpustakaannya musnah akibat penyerangan pada akhir abad ke-12. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kehilangan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan dunia.
Awal Berdirinya Nalanda
Nalanda diperkirakan didirikan pada abad ke-5 Masehi pada masa Kekaisaran Gupta, sebuah periode yang sering disebut sebagai Zaman Keemasan India karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan.
Lokasi Nalanda dipilih karena memiliki hubungan erat dengan perkembangan ajaran Buddha. Kawasan tersebut sebelumnya telah menjadi tempat tinggal para biksu dan lokasi diskusi keagamaan sejak masa Buddha Gautama.
Dengan dukungan para penguasa Gupta, kompleks pendidikan mulai dibangun secara bertahap. Bangunan-bangunan berupa biara, ruang belajar, taman, aula diskusi, serta perpustakaan didirikan untuk mendukung aktivitas akademik yang semakin berkembang.
Seiring waktu, Nalanda berubah dari sebuah pusat pembelajaran agama menjadi universitas yang mengajarkan berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Universitas dengan Mahasiswa dari Berbagai Negara
Keistimewaan Nalanda terletak pada sifatnya yang terbuka bagi pelajar dari berbagai wilayah.
Catatan perjalanan biksu Tiongkok seperti Xuanzang dan Yijing menggambarkan bahwa ribuan mahasiswa tinggal di kompleks ini untuk mengikuti pendidikan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Diperkirakan terdapat sekitar 8.000 hingga 10.000 mahasiswa dengan lebih dari 1.500 dosen yang mengajar berbagai bidang ilmu.
Masuk ke Nalanda bukan perkara mudah. Calon mahasiswa harus melewati ujian lisan yang dilakukan oleh para guru di gerbang universitas. Hanya mereka yang memiliki kemampuan akademik tinggi yang diperbolehkan melanjutkan pendidikan.
Sistem seleksi tersebut menjadikan kualitas pendidikan di Nalanda sangat dihormati pada masanya.
Kurikulum yang Sangat Luas
Walaupun dikenal sebagai pusat pembelajaran Buddha Mahayana, Nalanda tidak membatasi pengajaran hanya pada ilmu agama.
Mahasiswa mempelajari logika, tata bahasa Sanskerta, matematika, astronomi, filsafat Hindu, kedokteran Ayurveda, ilmu bahasa, sastra, hukum, hingga seni berbicara.
Metode pembelajarannya juga tergolong maju. Para mahasiswa didorong untuk berdiskusi, berdebat, dan menguji berbagai teori secara terbuka di bawah bimbingan para guru.
Pendekatan tersebut melahirkan tradisi akademik yang kuat dan mendorong berkembangnya pemikiran kritis di kalangan pelajar.
Tidak mengherankan apabila lulusan Nalanda kemudian menjadi guru, penerjemah, maupun penyebar ilmu pengetahuan di berbagai wilayah Asia.
Perpustakaan yang Menjadi Jantung Nalanda
Salah satu bagian paling mengagumkan dari kompleks Nalanda adalah perpustakaannya.
Beberapa sumber kuno menyebut bahwa perpustakaan ini terdiri atas beberapa bangunan besar yang masing-masing menyimpan koleksi manuskrip dalam jumlah luar biasa.
Tiga bangunan perpustakaan yang paling terkenal dikenal dengan nama Ratnasagara, Ratnodadhi, dan Ratnaranjaka.
Di dalamnya tersimpan naskah-naskah yang ditulis pada daun lontar maupun kulit kayu yang dirawat dengan sangat baik.
Isinya tidak hanya mencakup ajaran Buddha, tetapi juga berbagai ilmu pengetahuan dari India dan wilayah lain. Banyak manuskrip hasil penelitian para guru Nalanda yang kemudian disalin oleh mahasiswa dan dibawa ke Tiongkok, Tibet, Korea, hingga Asia Tenggara.
Berkat aktivitas penyalinan tersebut, sebagian karya ilmiah Nalanda masih dapat dipelajari hingga sekarang meskipun naskah aslinya telah lama hilang.
Pengaruh Nalanda terhadap Asia
Selama ratusan tahun, Nalanda menjadi pusat pertukaran ilmu pengetahuan lintas negara.
Para pelajar asing yang menyelesaikan pendidikan di sana membawa pulang berbagai naskah dan ajaran yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa masing-masing.
Peran tersebut sangat penting dalam penyebaran agama Buddha ke Tibet, Tiongkok, Mongolia, Korea, Jepang, dan sebagian Asia Tenggara.
Selain itu, berbagai konsep matematika, astronomi, logika, dan filsafat India juga ikut menyebar melalui jaringan akademik Nalanda.
Hubungan intelektual antarnegara yang dibangun melalui universitas ini menunjukkan bahwa pertukaran ilmu pengetahuan telah berlangsung secara internasional jauh sebelum munculnya universitas modern.